Minggu, 24 Maret 2013

Earth Hour 2013 Diikuti Berbagai Komunitas Peduli Bumi



Perbedaan minat dan hobi tidak menjadi batasan untuk ikut serta dalam gerakan menyelamatkan Bumi. Hal ini yang Kompas.com temukan saat acara Earth Hour 2013 di Taman Proklamasi, Jakarta, Sabtu (23/3/2013) malam.

Pada acara tersebut, pengunjung yang hadir tak hanya para aktivis lingkungan, tetapi hadir juga anggota dari berbagai komunitas diantaranya komunitas Pandorasquad, JAKK Incorporated, Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ), dan Hijab Speak, dan berbagai komunitas lainnya.

Keempat komunitas yang dicontohkan, memiliki minat yang berbeda-beda. Komunitas Pandorasquad adalah tempat berkumpulnya para penyuka desain grafis, kalau anggota JAKK Incorporated sangat suka berdandan menyerupai makhluk horor, sedangkan HAAJ adalah himpunan para astronom amatir di Jakarta, dan Hijab Speak adalah gerakan kolaborasi berbagai komunitas hijabers. satu hal yang menyatukan mereka adalah kepeduliannya kepada Bumi.

“Dunia desain grafis sangat erat dengan dunia lingkungan, khususnya aktivitas kampanye. Desain grafis sering digunakan sebagai salah satu alat untuk mengampanyekan isu-isu lingkungan kepada masyarakat,” kata Dwi Prasetyo, Ketua Pandorasquad.

Aruga Perbawa, Humas JAKK Incorporation, mengatakan bahwa menjaga Bumi adalah hal yang penting. Ia berkelakar, bila Bumi dirusak akan mengganggu ‘makhluk’ lainnya. “Kalau pohon ditebang, nanti makhluk halus seperti kuntilanak akan tinggal dimana? Kalau pindah ke rumah, akan mengganggu manusia yang tinggal di rumah itu. Urusannya jadi repot, ya kan?” candanya.

Sedangkan menurut Azis Taz Sunjaya, pengurus HAAJ, kondisi lingkungan yang baik memberikan manfat besar bagi penyuka astronomi. Ia mencontohkan, bila mematikan lampu sudah menjadi kebiasaan, hal tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi para penyuka astronomi. Itu karena mereka akan lebih mudah mengamati benda langit disebabkan minimnya polusi udara.

Meski diselingi dengan candaan, namun komunitas-komunitas tersebut sepakat bahwa kegiatan kampanye seperti Earth Hour adalah kegiatan yang penting untuk terus dilakukan. Karena kegiatan semacam ini dirasa cukup efektif menginspirasi dan mengajak masyarakat untuk memulai gaya hidup ramah lingkungan, khususnya dalam aspek penghematan energi.

“Gerakan Earth Hour ini penting untuk edukasi kepada masyarakat. Mungkin dampaknya akan lebih terasa dan bisa mencapai sasaran untuk merubah gaya hidup bila kegiatan ini dilakukan secara lebih sering, misalnya setiap satu bulan. Tak perlu ada seremoni yang berlebihan, asalkan kegiatannya lebih sering” ujar Yona Intan Zariska, Founder Hijab Speak.

CEO WWF-Indonesia, Efransyah, dalam pernyataannya saat memberikan testimoni tentang acara Earth Hour 2013, mengatakan kalau “Earth Hour di Indonesia tahun 2013 bukan lagi milik WWF-Indonesia semata tapi sudah menjadi milik semua komunitas."

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Direktur Iklim dan Energi WWF-Indonesia, Nyoman Iswarayoga. “Setelah beberapa tahun dilaksanakan, kini Earth Hour bukan hanya milik WWF-Indonesia namun telah menjadi milik seluruh komunitas. Semoga dengan keterlibatan komunitas dalam kegiatan ini, kelak bisa menginspirasi dan mengajak anggota, keluarga terdekatnya, dan masyarakat di sekitarnya untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Sehingga, kedepannya Earth Hour tak hanya menjadi milik WWF-Indonesia dan komunitas, tapi menjadi milik seluruh masyarakat,” kata Nyoman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar